Oleh-Oleh dari Tegal -1-

Bismillahirrakhmaanirrakhiim…

Buat para pembaca yang mengira artikel ini berisi informasi mengenai oleh-oleh/buah tangan makanan atau barang-barang lain yang berasal dari Tegal, owh,owh,owh, maaf, sampeyan gak akan menemukan apa yang sampeyan pengen.

Syahdan,

Tidak seperti biasanya, liburan kali ini saya hanya menggunakan kurang dari 7 hari untuk berlibur di kampung halaman, Tegal. Hitung saja, saya pulang ke Tegal hari Kamis pagi (26 Desember 2008) jam 6 pagi melalui terminal kampung rambutan. Dan karena macet di daerah pantura, saya pun tiba di rumah, Tegal, sekitar pkl. 18.30 WIB, malam jumat. Padahal normalnya sekitar jam 1 siang sudah sampai di Tegal lowh. Kemudian saya berangkat kembali ke Jakarta hari Kamis pagi (1 Januari 2009) sekitar jam 4 pagi. Nahh, kurang dari 7 hari bukan??? (gak penting yahh..)

Ini nih ceritanya,,,

Berawal dari pertemuan saya dengan Maula Musyaffa’ (teman SD dulu) usai Sholat Jumat di Masjid Jami Al-Ikhsan. Maula pun main ke rumah saya. Setelah ngobrol ngalor-ngidul kemudian Maula mengungkapkan rencananya bersilaturahmi ke Ustadz-ustadz nya di Pondok Pesantren Al-Hikmah 2, Benda, Sirampog, Brebes. Ia mengajakku, “mungkin 1 hari berada di sana juk. Sekalian ada yang mau kubeli”, katanya. Saya pun mengiyakan untuk ikut. Kupikir, mumpung masih di rumah, liburan, kapan lagi coba bisa mencari berkah sekaligus menambah ilmu pengetahuan?!

Esoknya, hari Sabtu pagi sekitar jam 8 saya dan Maula pun beragkat menuju Benda, Sirampog, Brebes menggunakan Suzuki Smash milik Maula. Sekitar jam 10 siang kami sudah sampai di Ponpes AlHikmah 2. Sebagaimana udara di perbukitan, udara di sekitar ponpes pun sejuk dan asri. Airnya masih dingin dan segar, pokoke suger dehh.. Lalu, karena Maula merupakan alumni Ponpes ini, tidak heran jika ketika masuk ke area santri, tidak sedikit santri yang mengenal dan menegur sapanya.

Selanjutnya, kami mencari “tempat menginap” alias kamar santri di asrama ponpes.. :) . Ya, mungkin teman2 sudah tahu bahwa di pondok pesantren klasik seperti ponpes ini, kamar seukuran kira-kira 8×8 meter2 saja bisa dihuni oleh 30 an orang santri. :), tentunya ya cowok sendiri cewek sendiri, gak mungkin dicampur!

Setelah mendapat tempat guna menginap satu malam, kami pun kemudian silaturahmi ke dua orang, satu orang adalah kenalannya Maula dan satunya lagi adalah guru ngaji Qur’an nya Maula. Kedua rumah orang tadi relatif dekat, masih di sekitar area ponpes al-hikmah 2. Sekitar jam 1 siang, karena awan makin menghitam, kamipun segera pulang kembali ke asrama ponpes. Rintik hujan mulai turun dan dengan cepat berubah menjadi hujan yang semakin deras. Kami berdua memutuskan sholat dhuhur berjamaah di kamar santri saja. Usai itu kami istirahat (tidur-red) hingga tak terasa ashar pun tiba. Karena hujan tidak juga reda, kamipun sholat ashar berjamaah di kamar santri lagi.

Akhirnya hujan mulai mereda. Maula mengajak saya ziarah kubur ke beberapa makam sesepuh ponpes al-hikmah dan dilanjutkan dengan mencari kaset qiroaatil qur’an di toko kitab terdekat. Katanya untuk seseorang,,,ckckck…

Tak terasa maghrib pun tiba, sholat maghrib kami lakukan di Aula Besar Ponpes Al-Hikmah 2. Ya, di ponpes ini, tempat sholat santri dengan santriwati dipisah. Santri putra sholat di Aula Besar sedangkan santriwati sholat di Masjid Ponpes. Setelah itu Maula mengajakku sowan ke Kyai Mukhlas dan guru ngaji Qur’an nya Maula. Usai sholat Isya di tempat yang sama, kami mengikuti pengajian Tarikh Nabi Muhammad SAW., masih di Aula Besar. Kali ini pengajian Tarikh sedang menceritakan kisah Perang Khandaq. Jam 9 malam kami pulang ke asrama ponpes dan mulai rebahan, ngobrol bersama santri-santri “penduduk asli” kamar yg kami tempati. Berhubung kamera digital milik Maula tidak bisa digunakan karena rusak, ya, jadinya tidak bisa “digunakan” deh.. :)

Sekitar jam 10 malam, ditemani dengan rintik hujan yang enggan berhenti, udara perbukitan yang dinginnya MasyaAllah, saya dan Maula keluar cari makan, perut kruyukan. Alhamdulillah akhirnya dapat. Untuk jaga-jaga dari masuk angin, kami beli juga jahe susu. Usai makan, kami bergegas kembali ke kamar santri, ngobrol sejenak dan mulai tiduran..

Senior2 asrama ponpes mulai ngoprak-ngoprak para santri untuk sholat shubuh sekitar jm 4 pagi. Singkat cerita setelah sholat shubuh, Maula kembali mengajakku ziarah kubur. Kali ini ke makam pendiri ponpes al-hikmah. Sekitar jam 8 pagi Maula mengajakku mengikuti pengajian Tafsir Jalalain dan kitab Diwan Imam Syafi’i di Masjid Ponpes. “mumpung masih ada di sini juk, yuk, manfaatin untuk belajar“, kira2 begitulah ajakannya. Kali ini santri dengan santriwati bertemu dalam satu tempat, di masjid Ponpes. Seluruh santri berada di depan sedangkan seluruh santriwati berada di belakang. Pengajian ini kelar sekitar jam setengah 10 siang.

Setelah sowan kembali kepada Kyai yg tadi mengajar di Masjid Ponpes (saya lupa nama beliau), kami pun berkemas dan keluar dari ponpes sekitar jam 10 siang menuju Tegal, pulang ke rumah. :P. Oiya, sebelum benar-benar meninggalkan area ponpes, sejenak kami mampir ke sebuah warung makan guna mengisi perut yang kosong, keroncongan lagi nih perut. ;)

Nah, inilah beberapa pengetahuan yang kuperoleh dari “petualangan” selama kurang lebih sehari semalam tersebut. Mudah-mudahan bermanfaat.

1. Lafadz Nubuwwah/Stempel Kenabian Nabi Muhammad SAW :

“Tawajjahu Khaitsu Syi’ta, Fainnakal Mansur. Allahu Wahdahu La Syarika Lah. Muhammadun ‘Abduhu Warasuluh.”

Lafadz tersebut ditulis juga di Aula Besar Ponpes Al-Hikmah 2. Lafadz ini kulihat ketika mengikuti pengajian Tarikh Nabi Muhammad SAW.

2. Bagi seorang pria, berjalan di belakang seorang wanita adalah bagaikan berjalan di belakang 1000 Syaithan.

3. Wejangan dari Kyai Mukhlas ttg toreqot: Toreqot adalah jalan menuju Allah SWT. Salah satu jalannya adalah dengan amalan dzikir. Jalan lainnya adalah menuntut Ilmu.

4. Ada sebuah kitab Islam yang baru kuketahui : Kitab Diwan Imam Syafi’i.

5. Jangan meremehkan Do’a. Allah SWT. Maha Bijaksana. Ia Maha Mengetahui mana yang terbaik untuk kita.

6. “Man Amara Bima’ruf, Falyakun Amruhu Bima’ruf”. (barangsiapa menyuruh kepada kebaikan, maka suruhlah dengan cara yang baik).

7. Saya pribadi menjadi melihat sendiri sekilas kehidupan para santri di pondok pesantren. Serta selama sehari semalam mendadak menjadi ikut nyantri. (alhamdulillah, sebuah ilmu pengetahuan tersendiri…)

Sekian. Walillahittaufiq…