Profesionalisme VS Kekeluargaan

Tentunya rekan-rekan semua sudah mengetahui bahwa di area Universitas
Indonesia terdapat berbagai organisasi kedaerahan. SINTESA (Satu Ikatan
Tegal Bersaudara) sebagai sebuah Organisasi (mahasiswa) Kedaerahan di UI
seperti halnya IMAMI, PERHIMAK, IMR, TAWON, GERBATAMA, SMART dan
masih banyak lagi, masing-masing memiliki visi yang hampir sama, yaitu ingin
menunjukkan kontribusinya pada bidang pendidikan demi peningkatan kualitas
SDM di daerahnya.

Hal ini tidak jauh beda dengan organisasi serupa yang ada di area kampus PTN
selain UI. Kontribusi yang ingin diberikan kebanyakan berawal dari kecintaannya
akan daerahnya, idealisme tinggi yang (umumnya) dimiliki oleh seorang
mahasiswa serta kepeduliannya membantu adik-adik pelajar (terutama siswa
SMA) di daerahnya agar bisa melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi. Strategi
dan bentuk kontribusi yang ditampilkan juga tidak jauh berbeda. Seperti di
SINTESA, TryOut Akbar SPMB/UMPTN/UM dan Briefing (informasi PTN) hampir
semuanya dilakukan oleh organisasi-organisasi tersebut.

Usaha mewujudkan kontribusi tersebut tentu tidak akan bisa tanpa adanya
sebuah mekanisme kerja yang teratur (organisasi) serta profesionalisme tinggi
yang ada di dalamnya. Profesional, seperti definisi yang dikutip dari Wikipedia,
Profesionalisme adalah sikap seseorang yang melaksanakan jasa atau layanan, yang sesuai dengan Job Descryption, protokol dan peraturan
dalam bidang yang dijalaninya/diberikan, serta dijalankan dengan penuh
tanggung jawab.”
sangat dibutuhkan demi terciptanya iklim kerja yang
membuat semuanya nyaman dan suasana saling membantu satu dengan yang
lainnya. Dan goal akhirnya adalah suksesnya agenda/program kerja yang
dilaksanakan.

Namun perlu diingat bahwa organisasi kedaerahan diisi oleh mahasiswa-
mahasiswa yang mempunyai opini, karakteristik MindSet(pola pikir)
dan problematika hidup sendiri-sendiri. Keragaman pola pikir tersebut tentunya
tidak salah dan akan sangat bermanfaat dalam memperkaya khazanah dan
wawasan organisasi tersebut. SINTESA, organisasi kedaerahan yang
berlandaskan kekeluargaan dan profesionalisme (yang sesuai dengan Anggaran
Dasar SINTESA terakhir diamandemen (2004). BAB II, Pasal 6Organisasi ini berazaskan kekeluargaan dan profesionalisme” ), sangat mudah diartikan bahwa asas ini dibuat untuk saling menguatkan. Dua asas ini
bukan merupkan pilihan namun harus digunakan bersamaan dan saling bersinergi.

Asas kekeluargaan tidak selalu diterapkan sepenuhnya, di
samping itu sangat dibutuhkan sikap profesionalisme dalam menjalankan
amanah atau tugas yang diberikan. Dan semestinyalah asas “kekeluargaan”
tidak selalu dijadikan alasan untuk tidak melaksanakan amanah dengan baik.
Profesionalisme harus selalu dan selalu dijunjung tinggi, sebagai salah satu
representasi intelektualitas seorang mahasiswa.

-taken from SINTESA

9 thoughts on “Profesionalisme VS Kekeluargaan

  1. wahh, lagi OL y mas…😀

    hmm, definisi kekeluargaan yg saya maksud di atas:
    -mau mengerti prmasalahan orang lain, sblm brani mnyalahkan..
    -rela meng-handle amanah tmn/ bagian lain jika mmg dibutuhkan
    -rela (jika mmng) gak ada reimburs2 an pd suatu program ato kpanitiaan..
    -mau dan mampu memaklumi serta “menambal” kekurangan yg ada jika trjadi ketidak-profesional-an rekan kerja..

    beberapa hal di atas tidak “baku” harus selalu dilakukan, namun disesuaikan dengan kondisi para pelaku..

    ~sekian,,thx..😉

  2. @awis…
    WaalaykumSalam..

    hmmm,,,
    nila setitik rusak susu sebelanga…
    tak tau lahh wis…

    thanks buat infonya..🙂

  3. wa’alaykumSalam..

    wikipedia sangat mungkin banyak informasi tidak validnya.
    namun bbrapa kali ia menjadi rujukan, dan informasi yg dikutip darinya ( misal, algoritma Djikstra, http://en.wikipedia.org/wiki/Dijkstra's_algorithm ) trsbut ketika di cross check di buku2 “kitab” pengetahuan trtentu, misal kitab Matematika Diskrit, ternyata sesuai…

    so,,,🙂

  4. Jadi, dasar anda mendefiniskan kekeluargaan itu apa?

    Maap euy, lagi berusaha mencari makna kekeluargaan…
    Terimakasih🙂

Monggo Ngomong/ Silakan Komentar/ Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s