Oleh-Oleh dari Tegal -2-

Buat para pembaca yang mengira artikel ini berisi informasi mengenai oleh-oleh/buah tangan makanan atau barang-barang lain yang berasal dari Tegal, owh,owh,owh, maaf, sampeyan gak akan menemukan apa yang sampeyan pengen. Seperti postingan sebelumnya, postingan kali ini juga ingin menceritakan oleh-oleh yang saya dapat selama liburan kemarin.

Syahdan,

Setelah hampir selama 1 hari penuh “berpetualang” bersama temanku, Maula Musyaffa’, kini giliran “petualangan” saya bersama teman MDA ku dulu, Abdul Muidz dan Abdus Shobur. Muidz sekarang bekerja di Bekasi, Jawa Barat dan kebetulan bertemu di kampung dalam liburan ini sedangkan Shobur menjadi salah satu Guru yang kini mengajar di MDA Darul Hasanah. Rumah mereka berdua di blok Sabrang sedangkan rumah saya di blok Masjid.

Dari hari Senin (29 Des 2008) hingga Rabu (31 Des 2008) saya dan Muidz sowan/silaturahmi kepada beberapa Ustadz yang dahulu mengajar kami di MDA dan MDW. Beliau-beliau yang berhasil kami temui adalah: Ustadz Ali Masduqi, Ustadz Nurqowiyyudin dan Ustadz Tarmidzi. Ustadz’s yang tidak kami temui: Ustadz Masruhin karena sedang Ziarah ke Mekkah dan Madinah, Ustadz Makhfudz karena tidak tepat waktunya dan Ustadz Nursalim karena kami tidak sempat.๐Ÿ™‚

————————————————–
Oleh-Oleh dari Ustadz Ali Masduqi
————————————————–

Hari Senin siang sekitar jam 2 dengan mengendarai Supra Fit milik Muidz, saya dan Muidz bertandang ke kediaman Ustadz Ali Masduqi di Krajan, Tegalandong, Lebaksiu, Tegal.ย  Kamipun ngobrol dan berdiskusi macam-macam, yah, kalo diskusinya ditulis di sini bakalan panjang dahh.. Pada kesempatan itu, alhamdulillah saya mendapat izin dari beliau untuk menyebarluaskan ilmu hadrah (yangย  saya dapat dari beliau). Dan yang paling membahagiakan lg adalah ketika beliau memberikan tawasul sanad ilmu hadrah tersebut. Alhamdulillahirabbil ‘Alamiin… Kebahagiaan berlanjut ketika Ustadzah Masfuroh (istri Ustadz Ali Masduqi) memberikan kami ijazah doa qobla qiroaatil qur’an dan doa ba’da qiroaatil qur’an berikut tawasul sanad doa tersebut. Hamdan lirabbi muhammadiin!!! allahumma sholli ‘alaih. Oleh-oleh yang amat sangat berharga bagi kami…

Di tengah-tengah obrolan kami, lewatlah abang tukang bakso, alhasil kami pun ditraktir semangkuk bakso oleh beliau. ;p

Sekitar jam 4 sore kami berdua izin pulang..

——————————————————–
Oleh-Oleh dari Ustadz Nurqowiyyudin
——————————————————–

Ditemani segelas es jeruk dan rintik hujan di hari Selasa sore, saya, Shobur dan Muidz yang bertandang ke rumah Ustadz Khowi di Kambangan, Lebaksiu, Tegal kembali mendapat oleh-oleh. Berikut ini oleh-oleh yang diberikannya:

-Amalkan membaca Sholawat Rohmat -> “Shollallahu ‘Ala Muhammad” 200 kali setiap usai sholat fardhu.
-Dakwah jaman sekarang yang efektif adalah “dakwah bil khal” (dakwah dengan taudalan/contoh).
-Adaptif lah dalam berdakwah kepada masyarakat jaman sekarang namun jangan sampai terjerumus mengikuti kerusakan yang ada.

Silaturahmi kami sudahi sekitar setengah jam menjelang maghrib. Kami bertiga pamit pulang. Seusai mengantarkan Shobur pulang, saya dan Muidz tancap gas ke Masjid dekat Alun-Alun Slawi, berniat sholat maghrib di sana. Karena sedang gerimis alhasil baju saya pun basah kuyup. Usai sholat maghrib kami mampir ke AAS (Alun-Alun Slawi) sekedar membeli martabak dan 2 gelas wedang jahe susu. Di dalam tenda pedagang martabak, sembari menikmati martabak dan jahe susu ditemani rintik hujan yang semakin deras, niat kami ingin bertandang ke Ustadz Tarmidzi dan Ustadz Makhfudz pun harus dipikir ulang. Sekitar jam setengah 8 malam akhirnya rintik hujan mulai reda dan kami pun segera bergegas ke rumah Ustadz Tarmidzi di Kubang, Tegalandong, Lebaksiu, Tegal. Ya, kami memutuskan untuk bertandang ke Ustadz Tarmidzi saja, mungkin esok hari baru ke rumah Ustadz Makhfudz.

———————————————-
Oleh-Oleh dari Ustadz Tarmidzi
———————————————-

Berikut ini oleh-oleh yang diberikan Ustadz Tarmidzi kepada kami:

-Ta’dzim (hormat) lah kepada orang tua. Beruntunglah jika kamu masih memiliki orang tua yang masih hidup.
-Ta’dzim (hormat)lah kepada ustadz/kyai/guru yang mengajarkan ilmu kepadamu.

Pada kesempatan ini saya juga menkonsultasikan perihal masalah yang sedang saya hadapi di Depok. Sekitar jam setengah sepuluh malam kami berdua pamit pulang..

Hari Rabu sore seusai sholat ashar, saya segera ke rumah Muidz di Sabrang dan bermaksud ke rumah Ustadz Makhfudz. Singkat cerita, karena memang belum rejeki, kami tidak bisa menemui beliau karena beliau sedang ada urusan di luar, beliau baru bisa ditemui malam hari sekitar jam 9, begitu kata istri beliau yang kami temui di rumahnya. Akhirnya kami pun pamit pulang. Kami tidak jadi berkunjung ke beliau karena jam 9 malam itu jam yang kurang sopan untuk bertandang, juga karena besoknya pagi-pagi saya harus berangkat ke Jakarta, so harus istirahat donk.๐Ÿ™‚

Demikian oleh-oleh yang saya bawa dari Tegal. Maaf karena saya tidak membawa oleh-oleh lainnya..๐Ÿ™‚

Walillahittaufiq…

2 thoughts on “Oleh-Oleh dari Tegal -2-

Monggo Ngomong/ Silakan Komentar/ Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s