pantangan yang jadi pajangan

ada banyak pantangan di mayapada ini, salah satunya berasal dari lubuk hati (fithrah), ada yg berasal dari hukum negara, ada yg berasal dari hasil interaksi kemasyarakatan, dan yg paling vital adalah yg berasal dari ajaran agama (yg hakekatnya juga sesuai fithrah).

ambil contoh pantangan dari walisongo yg dahulu kala dipegang teguh oleh para pengikutnya sebagai salah satu rambu-rambu kehidupan menuju bahagia dunia dan akhirat : moh limo (tidak mau melakukan 5 hal tercela) :

1. moh maen (judi, dsb)
2. moh madat (narkoba, dsb)
3. moh madon (main perempuan, dsb)
4. moh ngombe (mabuk, dsb)
5. moh maling (mencuri/korupsi, dsb)

namun begitu walaupun rambu-rambu sudah gamblang dijelaskan, ajaran sudah disebarkan,  teladan sudah diberikan, kisah-kisah sudah disampaikan, setinggi apapun ilmu seseorang, sekaya apapun dia, serupawan apapun parasnya, bila ia tak dikehendaki kebaikan olehNya berupa hidayah maka pantangan-pantangan itu baginya hanya akan jadi pajangan.

2 thoughts on “pantangan yang jadi pajangan

Monggo Ngomong/ Silakan Komentar/ Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s