Memandang Harta (seri madzhab kefanaan vs madzhab keabadian)

Kerap kita hadapi dalam kehidupan keseharian, episode2 yg mempertentangkan dua kutub ‘madzhab’ dalam medan ‘perang batin’, adalah madzhab kefanaan vs madzhab keabadian.

Madzhab kefanaan umumnya berorientasi pada aksesoris dunia yg kali ini akan dibahas adalah seputar harta dan kenyamanan/keenakan menjalani hidup di dunia. Sedangkan madzhab keabadian berorientasi pada kekayaan/kenikmatan menjalani hidup di negeri akherat.

siswa-sekolah-dasar-ilustrasi

siswa-sekolah-dasar-ilustrasi

Ambil contoh ada seorang manusia yang menyekolahkan anaknya SD SMP SMA hingga Universitas supaya kelak menjadi orang yang mapan dan “sugih mambrah-mambrah” (konglomerat) supaya mudah meraih aksesoris2 itu tadi.. Namun alangkah meruginya bila ia berhenti sampai di situ saja, sebab yang dikejar itu takkan lama, “sa-tlerapan” (sebentar saja), paling banter puluhan tahun sudah gantian generasi berikutnya yg jadi konglomerat, dianya sudah jadi engKong-engKong (kakek2). Padahal puluhan tahun tersebut bila dilihat dengan kacamata Quran durasinya hanya sebentar saja (bahkan dlm Quran dibilang “setengah hari saja”).. Ekstrim!

Dari ratusan hingga ribuan kisah/sejarah para Nabi dan sahabat Nabi jauh lebih banyak yg memilih kesederhanaan dalam menjalani hidup daripada serba berkecukupan.

Ada sahabat kanjeng nabi yaitu Umar bin Khattab yg menangis ketika disuguhi minuman manis, lha kok nangis? katanya “kenikmatan yg kudapat di dunia akan mengurangi kenikmatan yg kuterima diakherat kelak”.

Lalu kanjeng nabi sendiri pernah ditawari gunung uhud yg akan dijadikan emas buat beliau, namun beliau menolak.. Kenapa menolak? 1. karena beliau uswatun hasanah yg menjadi “role-model” / panutan ummatnya. lha gimana ummatnya kalo nabinya “gimir” (ngiler) kepada dunia? 2. sebab beliau bermadzbab keabadianšŸ™‚, maksudnya lebih memilih akherat saja yg jauh lebih baik dan abadi daripada kehidupan dunia (“walal aakhirotu khoirul laka minal uulaa”).

Ada pula kisah sahabat kanjeng nabi yg ketika sedang makan berdampingan dengan seekor anjing yg sedang makan, maka ia menangis dan berkata kepada anjing tersebut : “kau makanlah makanan yg ada dihadapanmu, aku makan yg ada di hadapanku. aku tidak merasa hina kecuali bila kelak aku berhasil selamat melewati shirath (shiratal mustaqim), mungkin aku akan merasa lebih mulia dari kamu wahai anjing..”.

Ada pula sahabat nabi bernama Dzul Bijadain yg meninggalkan semua harta kekayaan yg SUDAH ia miliki demi bertemu dan berada dalam barisan kanjeng nabi al-musthofa shallallahu ‘alaihi wasaallam..

Terlihat bahwa beliau-beliau “remeh sekali” dalam memandang harta/kekayaan, dalam konteks menikmatinya di dunia.

emas kekayaan

emas kekayaan

Pokok dari polarisasi ‘madzhab’ dalam memandang harta/kekayaan ini tidak lain adalah kesadaran (wujud dari hidayahNya) tentang eksistensi diri dalam kehidupan yg dijalaninya sekarang, apakah sadar bahwa segera ia akan masuki episode kehidupan berikutnya yg jauh jauh jauh jauh lebih lama durasinya dan lebih hakiki sifatnya…???

Madzhab yg penulis maksudkan di sini bukan madzhab yg biasa dibahas dalam ilmu fiqh namun lebih dimaksudkan kepada “orientasi”. penulis terinspirasi dari perkataan seorang kyai ketika dalam potongan nasehatnya menuturkan “..aja melu madzhabe wong edan!”Ā  (jangan mengikuti madzhabnya orang “gila”), besar kemungkinan yg beliau maksudkan “gila” adalah tergila-gila mengejar aksesoris2 keduniaan tadi..

Tentu sah-sah saja bila menjadi “sugih mambrah-mambrah” (konglomerat), toh ada Nabi dan beberapa sahabat Nabi yang jg begitu, namun sadarilah bahwa aksesoris2 itu akan dipertanyakan kelak, maka bila mengambilnya mohonlah kepadaNya supaya kelak diberi petunjuk untuk menjawabnya.

Seorang guru pernah berkata : “belanjakanlah harta dan carilah yg paling ringan hisabnya”

Monggo Ngomong/ Silakan Komentar/ Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s