K.H. Tengku Zulkarnain -5 Amalan Yang Menaikkan Derajat-

# Ikatlah ilmu dengan menuliskannya… #

Mauidzoh Hasanah dari salah seorang ulama, K.H. Tengku Zulkarnain, mengenai amalan-amalan yang dapat menaikkan derajat kita di sisi Allah Ta’ala..

tengku zulkarnain

k.h. tengku zulkarnain

1. Yang Fardhu ditingkatkan mutunya

Sebagai contoh, untuk sholat fardhu, ada hal-hal yang …bisa meningkatkan mutunya. Misal jika berjamaah maka derajatnya 27x lebih dari jika dilakukan sendirian. Lalu, jika berjamaah dan dilakukan di shaf terdepan tentu kebajikannya lebih tinggi lagi. Kemudian jika dilakukan oleh orang yg sudah menikah maka kebajikannya 70x lebih dari sholatnya orang yg masih lajang.. Hayoo yg masih lajang?😀.. Belum lagi jika sebelum sholat kita memakai wewangian, bersiwak, memakai pakaian terbaik, warna putih, tentu jauh lebih afdhol lagi..

2. Yang Sunnah diperbanyak intensitasnya

Tiap kita condong kepada amalan sunnah tertentu. Ada yang kuat tilawah Alquran hingga berjuz-juz dalam sehari, ada yang sangat dermawan hingga bersedekah kpd banyak orang, ada yang kuat dzikir/wirid siang malam, dan lain-lain. Pilihlah amalan sunnah mana yang kita condong kepadanya, dan tingkatkan intensitasnya..

3. Yang Mubah dikurangi jumlahnya

Makan itu mubah, kurangilah. Tidur itu mubah, kurangilah. Memiliki pakaian itu mubah, sederhanakanlah.

Memiliki sesuatu yang halal di dunia itu juga hal yg mubah, maka cukupkanlah..

4. Yang Makruh dihentikan saja

Bawang mentah, rokok, dan perkara makruh lainnya, hentikanlah..

5. Yang Haram dijauhi sekuat tenaga

Khusus untuk yang haram, Allah Ta’ala.. tidak menyuruh kita berhenti ataupun mengurangi, namun “menjauhi“, seperti tampak pada potongan kecil ayat-ayat berikut :

– walaa taqrobuzzinaaa…

– innamal khomru walmaysiru rijsum min ‘amalisy syaithon…fajtanibuuuh! (aw kamaa qool )

yang haram-haram itu bahkan mendekat saja dilarang apatah lagi sampai melakukannya..?!

Amalan-amalan ini nampak amalan syariat seperti biasa namun penulis pernah mendengar seorang shalih berkata “dengan(mu) wahai amal, tidak menjadikanku sampai kepada Allah Ta’ala, namun kamu wahai amal aku harus melakukannya..”. Ini menunjukkan bahwa hakikat dari amal semata-mata adalah wujud penghambaan kita kepada Allah Ta’ala atas diberlakukannya syariat kepada kita..

Amalan-amalan di atas jika dilakukan tentu saja (lagi-lagi) bergantung pada niat, sebab amalan nampak sebagus apapun jika diniatkan bukan karena Allah Ta’ala maka amalannya batal,, bahkan dapat menjurus kepada “musyrik” karena amalan yg bukan karena Gusti Allah artinya di saat yang bersamaan kita menghadapkan hati kepada selainNya, menduakanNya..

Monggo Ngomong/ Silakan Komentar/ Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s