Dirgahayu NKRI ke 72

pic source : https://cdns.klimg.com/merdeka.com

Advertisements

Bersatu dan Bangkitnya Umat Islam, Jumat 212, Jakarta, Indonesia

# ketika frekuensi cinta dan perasaan mempersatukan jutaan jiwa umat islam.. #

# ketika iman yg tertancap di sanubari mampu menggerakkan kaki dari kota-kota nun jauh, berjalan kaki #

# ketika kebangkitan dipantik oleh 1 ayat pemantik cinta, AL-MAIDAH ayat 51 #

# ketika tiap elemen umat islam bahu membahu dalam pemenuhan logistik, medis, alat sholat, dan banyak lagi.. #

# ketika segala penggembosan, hadangan, razia dari berbagai pihak dipatahkan oleh kehendak Allah Ta’ala.. #

# ALHAMDULILLAAH…#

 

photo_2016-12-31_22-42-29

pic1

photo_2016-12-31_22-42-04

pic2

photo_2016-12-31_22-42-07

pic3

photo_2016-12-31_22-42-10

pic4

photo_2016-12-31_22-42-13

pic5

photo_2016-12-31_22-42-15

pic6

photo_2016-12-31_22-42-24

pic7

photo_2016-12-31_22-42-21

pic8

photo_2016-12-31_22-42-17

pic9

 

# pictures speak more words than word itself #

# pictures taken from telegram groups #

ungkapan tegal jadoel

sugeng enjing jakwir2 tegal kabeh baee….dina kie nyong pan nulis bbrpa kosakata bahasa tegal sing ndean wis jarang dinggo nang bahasa tegal (ndean ta sebab saking lawase).. haha

ibu2.jpg

1. “mendamayong”, maksude prbuatan sing ora istiqomah/ora konsisten.. contoh : “bocah koh sekolah mendamayong nemen, sekarepkarepe dewek sedina mangkat sedina libur..”

2. “kuna blirik/kuna lecit”, nah kie biasane nggo nyebut sesuatu sing banget jadoel :D.. kuna = lawas = jadoel

3. “gila jantrah”, kie frase biasane nggo menunjukkan kondisi kekagetan/shock yg amat sangat

4. “kepoyu-poyu”, kie frasa maknane mirip dgn frasa “terkencing-kencing” dlm bahasa indonesia

5. “senggane” = “andaikan”, “misalkan”

6. “kober” = “sempat”

7. “sasat” = “memang!” (sbg kata yg berdiri sndiri, biasanya sbg bentuk respon atas sbuah kalimat/pernyataan

8. “soten” (*penulis blm nemu pnjelasan yg pas.. T_T *)

9. “celuten” = “ternyata”
10. “plauran” = “malahan”, “ehh malah”
11. “pijarkaeh” (*penulis blm nemu pnjelasan yg pas.. T_T *)
12. “penyanane” = “dikiranya”, “dipikirnya”, “dianggapnya”
13. “selek” = “buruan”, “cepetan”
14. “ngosrog” = “terburuburu”, “menggebu gebu”

penyakit yg mengintai

seorang guru prnah mewejang, setiap manusia berada pd tingkat kedekatan yg beragam kpd Tuhannya. begitupun yg berkaitan dgn ilmu dan amal, masing2 berada dlm tingkatan yg berbeda beda..

partner-mendaki-1-620x440

setiap tingkatan memiliki potensi pnyakit sndiri-sendiri.

seorang yg bodoh diintai oleh pnyakit malas menimba ilmu, pnyakit ngawur beramal, pnyakit sok pintar, dll..

seorang yg alim diintai oleh pnyakit malas beramal, merasa lbh alim dri orang lain, merasa lbh suci dri orang lain, memandang rendah orang lain, merasa tdk prlu menimba ilmu lg, dll..

begitupun seorang yg bnyk beramal sholeh jg tak bgitu saja lepas dri intaian pnyakit2 yg pd hakikatnya jauh lbh brbahayyya, sprti ujub (merasa lbh tinggi), sum’ah (ingin didengar kebaikan2nya/ingin dikenang), riya (ingin dilihat), tidak ikhlas, dll..

semuanya itu, potensi itu, esensinya adalah guna membatalkan amalan2 si manusia yg brsangkutan, sehingga jerih payah amal si manusia semasa hidupnya, menjadi bagai debu yg diterbangkan angin…

 

#pic from bromotravelindo[dot]com

ujian sebuah (p)ujian

kata “ujian” dan “pujian” terlihat sangat dekat sekali yaa..kata “pujian” dgn hanya dihilangkan huruf “p” nya mnjdi kata “ujian”.. dan begitupun kata “ujian” jika ditambahkan huruf “p” di awal maka mnjdi kata “pujian”.. menengok kata dasar masing2 jg sangat dekat sekali, “uji” dan “puji”

betapa dekatnya yaa..??

dalam kesehariannya, manusia selalu dihadapkan dgn potensi caci maki dan puja puji dri interaksinya dlm brmasyarakat.. seorang bijak prnah brkata, “caci maki adalah obat yg disalah arti, puja puji adalah racun yg bersembunyi…”

seorang manusia, saat ia mulai hendak menisbatkan, menempatkan, mendudukkan atau mengaku ngaku thd apa2 yg mnjadi atribut dlm dirinya, entah kepemilikan materi, nonmateri, atau pencapaian2 yg tlh diraihnya, sbg miliknya dan atas hasil dri usahanya, yg mana akan mnciptakan peluang2 datangnya pujian dari makhluk, maka dia sebaiknya kembali sejenak dua jenak mengheningkan diri dan mmbaca kembali tetes mutiara dri samudra mutiara yg trsembunyi dalam QS.Al Fatihah ayat kedua.